Selasa, 2008 Agustus 19

Band of Pejuang RI...?

Sakit emang tidak mengenakkan buat siapapun. Apalagi sakitnya menjelang ulang taun...buyar semua rencana deh buat pesta kecil-kecil ulang tahun ku yg kebetulan pas jatuhnya sama kemerdekaan RI...

Buat ngilangin pusing dan waktu, iseng-iseng nyetel dvd koleksi lama, Band of Brother. Karya apik dari sineas-sineas barat yang dianugerahi puluhan awards. Pilm ini bercerita tentang......ah pasti semua sudah pada tau...........
Muter dvd ini terasa betul di bulan Agustus ini, karena emang kejadian utama di pilm ini berhubungan langsung dengan kemerdekaan RI yang jatuh dibulan yang sama Rasa kagum, greget, terharu campur baur menjadi satu. Paling mengagumkan justru diakhir episode miniseri ini. Para veteran pejuang yang masih hidup masih melakukan kontak dan hubungan satu sama lain. Demikian pemerintahnya, memperhatikan sekali nasib hidup veteran perang mereka. Langung pikiran saya yang emang lagi sakit, membandingkan dengan nasib para pejuang RI. Tidak perlu jauh-jauh dimasa VOC, abad lampau silam. Diera-era mempertahankan kemerdekaan RI, misalnya perang 10 Nopember 45, agresi militer Belanda II di tahun 48, dan perang-perang setelah proklamasi RI. Bagaimana kabar mereka sekarang...? emang sih banyak yg masih menjalin hubungan dan silahturahmi, tapi saya yakin masih banyak lagi dari mereka yang nasibnya tak ketahuan juntrungannya sekarang ini. Demikian juga sepertinya dan kelihatannya kurang mempedulikan nasib mereka. Lihat saja situs Fraksi PKS ini; "kesejahteraan hidup para pejuang dan veteran sangat memprihatinkan". Dan fraksi tsb meminta pemerintah menambah anggaran tunjangan mereka serta tunjangan2 lainnya. Menurut saya, tidak perlu untuk diadakan rapat khusus masalah ini. Langsung tambahi saja. Serta adakan survey lagi untuk mencari pejuang-pejuang lain yang masih belum terdata untuk diberi anggaran khusus masalah ini.




Belum lagi kalau para pejuang kemerdekaan ini ditanya soal integritas RI yang semburat. Apa yg akan dijawab oleh mereka tentang Timor Timur...? Sipadan...? Ligitan...?
Lalu tentang kita para pengisi kemerdekaan ini, juga agak "konyol" dalam mengisi bulan suci RI ini. Lomba balap karung, lomba makan kerupuk dan lomba2 lain yg menurut saya tidak berguna sama sekali. Kita tidak menghadapi sekutu dg kerupuk atau karung bukan...?
Meriah....?
Meriah mana lomba2 tsb dengan suasana Surabaya di tahun 45 bulan Nopember..? Seandainya saya pejuang kemerdekaan yg hidup miskin, melihat lomba2 gak jelas itu, pasti saya sudah menangis gerung2 dipinggir jalan.
Menyesali nasib.......
Menyesali kawan yg mati di medan perang..........
Menyesali kawan yg masih hidup tp tidak pernah terdengar kabar lagi.......
Menyesali "persaudaraan" yg terbentuk di masa perang, tapi terputus justru setelah merdeka.....
Menyesali semuanya...........

Dirgahayu RI ku.............




3 komentar:

trendy mengatakan...

tenang aja kok kita sedang merajutnya kemabali (kekeluargaan) khusunya di dunia blog!
wekekekke!

mang kumlod mengatakan...

saya juga bingung dari mana asalnya 17an ada lomba2 aneh. tapi ga apalah rakyat seneng setahun sekali dengan lomba-lomba murah meriah itu... (standarnya rendah banget yah? :lol: )

iman brotoseno mengatakan...

Sekali setahun mungkin ada momen dimana orang nggak peduli dengan suku, bangsa, agama, orientasi dsb..Kalau lagi ikut lomba begituan, murni kompetisi he he..
Saya sih senang senang saja bisa moto..
Tapi memang sebenarnya ada versi lomba lain yang perlu dikedepankan sdeperti yang berhubungan dengan semangat kebangsaan.

 
© free template by Blogspot tutorial