Kamis, 17 April 2008

Kopi sebagai Life Style

Sebuah surat datang ke "redaksi" saya. Dari seorang sahabat yang sering menggunakan id coffehead. Gampang ditebak, pecandu kopi. Bahkan dalam blog pribadinya, mas yang tingginya hampir 2 meter ini, berbicara mengenai kopi. Sungguh sebuah kehormatan bagi saya pribadi mendapat surat tentang "kopi". Bahkan lebih terhormat lagi anda mas coffehead, bila mau mentraktir saya barang secangkir kopi. Peace and trims.

Sudutblog.blogspot.com
======================================================

Kopi sebagai life style? Saya sendiri masih bingung apakah sekarang ngopi atau acara minum kopi di warung, coffee house atau di cafe – cafe sudah menjadi gaya hidup di masyarakat kita, secara banyak orang atau masyarakat sering mengadakan pertemuan atau hanya sekedar nongkrong di warung kopi atau cafe yang menyediakan menu kopi disana mereka banyak memperbincangkan banyak hal mulai hal-hal yang sepele bahkan sampai deal-deal tingkat tinggi, tak jarang juga keputusan-keputusan penting yang menyangkut kepentingan banyak orang banyak terjadi di warung kopi.


Istri saya sempat ngomel kalo saya berpamitan pergi untuk ngopi, kata-kata yang diucapkan selalu sama "apa sih yang diomongin waktu ngopi, sampai lama banget nongkrongnya". Saya sendiri selalu membalasi dengan tertawa saja para perempuan mungkin belum begitu paham, banyak hal yang bisa saja terjadi begitu kita duduk di warung kopi. Kita bertujuan pergi ke warung kopi mungkin hanya untuk minum kopi saja, begitu bertemu dengan teman atau orang lain disana akan timbul perbincangan-perbincangan yang bahkan kita sendiri tidak mampu menduganya, sering kali saya mendapat ilmu baru tentang berbagai hal di warung kopi, peluang-peluang bisnis kecil-kecilan juga sering saya dapatkan di warung kopi, atau bahkan teman baru hmm..... Secara tidak sadar saya berpikir begitu besar kehidupan sosial yang terjadi di warung kopi, berapa banyak peluang yang kita dapatkan hanya dengan nongkrong di warung kopi.

Memang sih peluang-peluang tersebut tidak muncul setiap hari ada moment-moment yang tidak terduga yang akan muncul begitu saja, besarnya peluang yang muncul mungkin bisa dilihat dari dimana tempat kita minum kopi, di warung kopi yang menjual segelas kopinya seharga 1500 sampai 2000 rupiah tentu akan beda peluang yang akan kita dapatkan bila kita ngopi di tempat yang menyediakan segelas kopinya dengan harga 15.000 sampai 30.000 rupiah, tapi belum tentu juga sih tempat ngopi mempengaruhi besar kecilnya peluang yang didapat. Tapi selain peluang yang bisa didapat ato gak, tempat ngopi kadang-kadang juga bisa menjadi tempat rekreasi ato refreshing yang terjangkau dan murah, kadang setelah masuk di warung kopi dan bertemu banyak teman dan kita ngobrolin apa aja semua persoalan yang kita hadapi sehari-hari, semuanya seolah berlalu begitu saja menguap bersama dengan obrolan yang kita omongkan dengan teman dan kadang juga kita ngobrolin masalah itu sendiri untuk dipecahin bersama-sama. Begitu hebatnya pengaruh sosial dari warung kopi tersebut, mungkin banyak orang membuka warung kopi, coffee house atau cafe sekarang tidak menjual kopi itu sendiri tapi gaya hidupnya, asal kopi yang disajikan enak, tempat yang nyaman atau bahkan penambahan fasilitas yang bisa bikin kita nongrong tambah lama di tempat-tempat tersebut.

Jadi tertarik juga bikin warung kopi hahahahaha.

2 komentar:

coffeehead mengatakan...

bisa aja mas toras kie....kapan2 kita ngopi bareng sob

hatorycookies mengatakan...

Kopi emang enak sihhhh, dan dari jaman bahula tuh kopi dan warung kopi dah terkenal hehehehehe... Cuma kalo dulu warkopnya buat ajang ngegosip, skrg rada keren dikit donk jadi ajang ngobrol soal bisnis hehehehehe....

 
© free template by Blogspot tutorial